11 Februari 2011

Makna Hidup

Barbara Cartland dilahirkan pada tanggal 9 Juli 1901 di Edgbaston, Inggris dengan nama Mary Barbara Hamilton Cartland. Ia mulai menulis novel ketika berusia 20 tahun.

Ia adalah salah satu novelis paling produktif di dunia. Sampai saat ini, tercatat sudah 723 bukunya diterbitkan dan telah terjual lebih dari 620 juta kopi.


Ia memiliki moto hidup demikian, “Seandainya besok saya dipanggil oleh-Nya, saya sudah siap. Akan tetapi selama saya masih hidup, saya akan terus berkarya.”

Seekor kupu-kupu mungkin mengartikan hidup hanya sebagai kenikmatan dan hangatnya sinar mentari. Para semut yang sedang sibuk bekerja berkata, hidup tak lebih dari kerja keras tanpa henti dan menahan diri.

Hujan mungkin berkomentar bahwa hidup itu bagaikan air mata dan tak lebih dari itu. Bagi seekor elang, hidup mungkin adalah usaha untuk terbang lebih tinggi di udara.

Bagi Barbara Cartland, hidup adalah suatu kesempatan untuk terus berkarya bagi Tuhan dan sesama. Bagi sebagian orang lainnya, hidup dapat diibaratkan sebagai pencarian terus-menerus terhadap kebahagiaan dan jaring-jaring kekecewaan.

Bagaimana dengan anda? Bagaimana anda melihat hidup ini? Apakah anda menilainya sebagai sesuatu yang menjemukan karena tiap hari hanya diisi kerja dan kerja saja? Atau sebaliknya, kita bersyukur untuk hidup kita saat ini, yang walau kadang mengalami tantangan tapi tetap dapat berjalan dengan baik?

Harus diakui bahwa kehidupan memang tak mudah untuk dijalani. Ada banyak rintangan dan kerikil tajam yang harus kita hadapi. Namun, bersyukurlah bila kita ada di dunia ini. Itu berarti Tuhan punya maksud dan rencana yang harus kita genapi.

Mari isi hari-hari kita dengan hal yang bermakna, bekerja, melayani Tuhan, dan mengasihi sesama. Seperti halnya Barbara Cartland yang hingga akhir hayatnya tetap berkarya, karena menulis memang yang menjadikan hidupnya bermakna.

Ingat, setiap hidup kita diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu. Cari dan jalani rencana-Nya tersebut, agar Tuan kita nanti bisa berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

* * *

Sumber: Spirit Motivator, 11 Februari 2011 (diedit seperlunya)

Di-online-kan oleh Paulus Herlambang.

==========